Jumat, 14 Desember 2018
Uas E-learning
Nama : Rima Rahmawati
NIM/Kelas :932500215/A
Jurusan/Fakultas : Pendidikan Bahasa Arab/Fakultas Tarbiah dan Keguruan IAIN KEDIRI
Artikel ini di unggah untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah "E-Learning".
Jenis – jenis Media Pembelajaran
Berikut ini adalah jenis-jenis media pembelajaran yang digunakan oleh pengajar untuk bisa menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga dapat menarik minat dan mengaktifkan siswa untuk mengikuti pelajaran, baik secara mandiri ataupun kelompok.
Jenis-jenis media pembelajaran jika ditinjau dari segi penggunaan media dikaitkan dengan indera yang digunakan manusia untuk memperoleh pengetahuan , maka media diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu: media pandang (visual/bashariyah), media dengar (audio/sam’iyah), dan media pandang dengar (sam’iyabashariyah/ audiovisual).
Adapun penjelasan tentang jenis-jenis media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Media Pandang (visual/ bashoriyah).
Media pandang berkaitan dengan indera penglihatan. Media pengajaran yang berupa alat bantu pandang(visual aids) secara umum dapat dikatakan bahwa mereka berguna dalam hubungannya dengan motivasi, ingatan dan pengertian. Media visual memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Media ini dapat memperlancar pemahaman, memperkuat ingatan, dapat menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, media visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.
Media pandang(visual) dibagi menjadi dua yaitu media pandang non proyeksi dan media pandang berproyeksi. Media non proyeksi merupakan media yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar, baik yang berkarakter dua dimensi maupun tiga dimensi dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sinar listrik atau proyektor. Sedangkan media berproyeksi yaitu Media pandang proyeksi merupakan salah satu kelompok media pengajaran yang dalam operasionalisasinya memerlukan proyeksi atau penyorotan dengan cahaya, sehingga bisa dipandang atau dilihat oleh pengguna media tersebut.
2. Media Dengar( Audio)
Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Media audio dapat menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi dengan lebih banyak.
3. Media Pandang Dengar (Audio- Visual)
Media audio-visual
Media pengajaran bahasa yang paling lengkap adalah media dengar pandang (sam’iyah bashoriyah atau audio visual), karena dengan media ini terjadi proses saling membantu antara indera dengar dengan indera pandang yang termasuk jenis media ini adalah televisi, VCD, komputer, dan laboratorium bahasa
B. . Jenis-jenis media pembelajaran bahasa Arab
Jenis-jenis media pembelajaran bahasa Arab dibagi menjadi dua yaitu media pembelajaran aspek berbahasa arab dan keterampilan berbahasa arab. Media pembelajaran aspek berbasa arab terdiri dari mufrodat dan tarkib, sedangkan media pembelajaran keterampilan bahasa terdiri dari istima’, kalam, kitabah, dan qiro’ah.
Adapun perincian tentang Jenis-jenis Media Pembelajaran Aspek berbahasa Arab adalah sebagai berikut:
1). Media Pembelajaran Mufrodat
Dalam mengajarkan kosakata pada siswa, adapun media yang bisa digunakan dalam membelajarkan kosakata :
a. Miniatur benda asli
miniatur apartemen, miniatur buah-buahan, dan lain-lain. Dengan menghadirkan miniatur tersebut, guru dengan mudah tinggal mengucapkan, menunjuk, dan menjelaskan masing-masing kosakata yang hendak diajarkan.
b. Foto dan gambar
Foto dari sebuah benda aslinya yang dihasilkan dari camera, bisa digunakan untuk media pembelajaran kosakata begitu juga dengan gambar yang dibuat sendiri oleh guru, dan biasanya foto atau gambar tersebut dibuat dalam bentuk kartu (kartu mufradat). Ukuran yang digunakan adalah 16 cm x 20 cm, dan akan lebih menarik lagi apabila kartu tersebut diberi warna-warni. Mengenai ukuran guru bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kelasnya yang terpenting adalah ketika seorang guru mendesain kartu tersebut harus ingat prinsip keseimbangan, keserasian, dan keharmonisan.
2). Media Pembelajaran Qowaid (Tata Bahasa)
Dalam pembelajaran bahasa arab sekarang, komponen ini diajarkan secara wadifi, yaitu tata bahasa fungsional dalam sebuah kalimat yang terintegrasikan dalam empat maharoh yang diajarkan, sehingga secara otomatis siswa akan dapat menggunakan pola-pola yang telah dicontohkan, baik dalam istima’, kalam, qiro’ah, dan kitabah.
Adapun media yang dapat digunakan dalam membelajarkan tatabahasa seperti:
a). Kotak Tatabahasa
Yaitu sebuah kotak yang berbentuk kubus, biasanya berukuran 20 cm x 25 cm, dan masing-masing dari sisi kubus tersebut terdapat kosakata baik berbentuk kata kerja, kata benda, huruf atau yang lainnya.
b). Papan Saku
Papan saku merupakan papan yang terbuat dari kayu seperti papan biasa, hanya saja papan saku ditambah dengan tempat seperti saku, dimana fungsinya untuk meletakkan kartu yang telah disiapkan oleh guru.
c). Papan Tali
Papan tali merupakan papan yang terbuat dari kayu seperti papan biasa, hanya saja papan tali ditambah dengan tali yang memanjang dari kanan ke kiri sebagai gantinya saku, dimana fungsinya untuk menggantungkan kartu yang telah disiapkan oleh guru. Dan biasanya kartu yang digunakan adalah kartu kosakata (bithoqoh wamdhiyah).
2. Media Pembelajaran Keterampilan Bahasa
Kemampuan berbahasa secara konvensional meliputi empat jenis kemampuan, diantaranya :
1. Kemampuan menyimak (istima’), untuk memahami bahasa yng digunakan secara lisan,
2. Kemampuan berbicara (kalam), untuk mengungkapkan diri secara lisan,
3. Kemampuan membaca (qiro’ah), untuk memahami bahasa yang diungkapkan secara tertulis,
4. Kemampuan menulis (kitabah), untuk mengungkapkan diri secara tertulis,
1. Media pembelajaran istima’ (mendengar)
a. Compact Disk (CD)
Compact disk merupakan media yang sangat penting dalam pembelajaran keterampilan menyimak, karena benda ini dapat diisi dengan beberapa bentuk software sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh guru. Sebagai contoh materi pembelajaran menyimak yang dapat dimasukkan kedalam media ini seperti, film, drama, pidato, iklan, lagu-lagu atau bentuk siaran lain.
b. Casset Recorder
Casset Recorder merupakan media yang sudah lama digunakan dalam pembelajaran keterampilan menyimak, akan tetapi media ini hanya terbatas
UAS E-LEARNING
Nama : Rima Rahmawati
Jurusan/Fakultas : Pendidikan Bahasa Arab/Fakultas Tarbiah dan Keguruan IAIN KEDIRI
NIM/Kelas :932500215/A
Tugas ini di unggah untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah "E-Learning".
PENDAHULUAN
Puji sykur kami
ucapkan ke hadirat Allah SWT. Yang Maha Esa, karena dengan pertolongan-Nya kami
dapat menyelesaikan laporan ini. Dalam laporan ini kami juga mengucapkan
terimakasih kepada orang tua tercinta yang telah memberikan motivasi yang
begitu besar dalam menuntuskan proses pengerjaan tugas ini.
Terimakasih
kami ucapkan kepada guru pembimbing mata kuliah E-learning yang telah
memberikan tugas ini sehingga mempermudah kami dalam pemahaman dunia elektronik
tentang pembelajaran pembuatan video.
Segala kritik
dan saran yang bersifat membangun senantiasa diharapkan demi penyempurnaan
dikemudian hari. semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi siapaun yang
membacanya.
Akhir kata,
diharapkan laporan ini dapat bermanfaat untuk semua pihak,
DASAR PELAKSANAAN
- Penugasan Ulangan Tengah Semester PBA Semester 7 IAIN Kediri tahun ajaran 2018/2019.
- Hasil kesepakatan antara dosen pengampu matkul dan mahasiswa
TUJUAN
- Media kreatifitas mahasiswa PBA dalam bidang pengolahan video
- Menumbuhkan jiwa kepedulian lingkungan bagi masyarakat
- Mewujudkan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi social masyarakat
- Memberi edukasi yang kreatif bagi anak-anak ataupun masyarakat lainnya.
- Media publikasi yang efektif terhadap keadaan dan keberadaan PBA dan Kampus IAIN Kediri.
PELAKSANAAN KEGIATAN
- PERSIAPANAgar proses produksi video dapat berjalan yang sesuai yang diinginkan dan menarik ditonton, maka melalui tahap persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan berupa:
- Mencari inovasi-inovasi pembuatan video layanan masyarakat di beberapa situs chanel youtube.
- Musyawarah tema dan peran (casting) dengan teman sekelompok tentang penugasan ini.
- Pembuatan alur cerita dengan tema yang telah ditentukan dan pembagian peran actor. Hasil dari dari musyawarah tersebut ada 3 pemain.
- Setting tempat di rencanakan 2 tempat
- 2. PRODUKSI ( SHOOTING)Proses produksi berlangsung dua kali dari satu kali yg semula direncanakan.
- Hari Pertama ( Rabu 17 oktober 2018)Adegan yang diambil adalah scene 3, 4 dan scene 5 yang dilakukan di depan perpustakaan IAIN Kediri.
- Hari Kedua (Jum'at, 19 oktober 2018)
Adegan yang diambil
adalah scene 1 dan 2 yang berlokasi di depan puskom IAIN kediri, adegan
ini diambil setelah mata kuliah E-learning. Sebenarnya selain scene 1 juga
dilakukan pengambilan gambar untuk scene 3 s.d 5, namun hasil yang didapat
tidak memuaskan karena kesalahan pada setting kamera.
– Hari
Ketiga (Rabu, 24 oktober 2018)
Adegan yang diambil sebanyak 5 scene, selain
scene 1 dan 2. Proses pengambilan bisa berlangsung lancar dan relatif cepat
karena pada dasarnya hanya mengulang adegan yang pernah dilakukan pada sehari
sebelumnya. Lokasi shooting meliputi
depan perpustakaan IAIN Kediri dan taman sebelah
musholla IAIN Kediri.
- 3. PERBAIKAN (EDITING)
Proses editing memakan waktu yang relatif lama karena
melibatkan banyak aplikasi komputer dan hp yang dituntut untuk detail.
Berdasarkan hasil editing, dari 5 sciene tersebut dapat digabungkan dengan
menggunakan aplikasi filmora go. Dan kendala tidak bisanya media diimport ke
aplikasi bisa teratasi. Hingga laporan ini disusun, proses editing masih belum
selesai sehingga jumlah durasi film pendek hanya bisa diinformasikan sekitar 1
menit 52 detik.
- 4. PUBLIKASI/ DISTRIBUSIProgam publikasi dan distribusi akan upload melalui media social youtube karena menurut kelompok kami chanel youtube lebih efektif untuk pempublikasian video kami.SINOPSISDewi adalah seorang mahasiswi di sebuah kampus di kota tahu. Dia adalah seorang mahasiswi semester akhir, namun dia memiliki kebiasaan buruk yaitu membuang sampah sembarangan.Setiap dia membuang sampah sembarangan, tanpa dia ketahui ada orang-orang yang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan ikhlas dia memungut sampah tersebut dan membuangnya ke dalam tempat sampah.LOKASILokasi pengambilan gambar dilakukan di depan perpustakaan lama IAIN Kediri dan depan puskom IAIN Kediri.PESANPesan yang ingin disampaikan dalam video pendek ini adalah :
- Janganlah kita membuang sampah sembarangan karena kita sebagai orang islam harus menjaga kebersihan.
- Kebersihan lingkungan adalah termasuk bentuk keteguhan iman seorang islam.
EVALUASI DAN MASUKAN
Sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan sejenis di
masa mendatang, maka berikut ini berapa masukan yang didapatkan setelah
melakukan evaluasi selama pelaksanaan program :
–
Menyiapkan naskah skenario lebih awal untuk bisa dipelajari oleh seluruh
tim produksi.
–
Melakukan sesi latihan lebih sering dan diusahakan langsung pada tiap
adegan yang terdapat pada skenario film.
–
Menyiapkan jadwal yang detail saat proses pengambilan gambar terkait
dengan adegan-adegan (scene) yang diambil agar tidak ada adegan yang
kurang atau berulang.
–
Menyiapkan setidaknya satu hari untuk menjaga kemungkinan scene yang
perlu diulang sebelum akhirnya di edit.
– Perlu
dilakukan survei lapangan dan pengecekan peralatan selama proses persiapan dan
tidak mendadak saat proses shooting.
-
Sebelumnya diperlukannya pengecekan kamera/hp agar video dapat diimport
ke aplikasi.
PENUTUP
Demikian laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah E-learning.
Kediri, 28 Oktober 2018
Hormat kami,
TIM PRODUKSI
UAS E-LEARNING
Nama : Rima Rahmawati
NIM/Kelas :932500215/A
Jurusan/Fakultas : Pendidikan Bahasa Arab/Fakultas Tarbiah dan Keguruan IAIN KEDIRI
Pertanyaan ini di unggah untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah "E-Learning".
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdB-JXBjwofkOXsGsvAekC4HQ6zCP4XoWReB_m7oA5W40SOWA/viewform?usp=sf_link
UAS E-LEARNING
Nama : Rima Rahmawati
NIM/Kelas :932500215/A
Jurusan/Fakultas : Pendidikan Bahasa Arab/Fakultas Tarbiah dan Keguruan IAIN KEDIRI
Artikel ini di unggah untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah "E-Learning".
Dalam artikel ini, akan kita bahas mengenai tujuan pembelajaran bahasa arab.
Tujuan secara bahasa memiliki arti arah; haluan (jurusan), yang dituju; tuntutan.
Tujuan Pembelajaran dari segi istilah adalah deskripsi tentang penampilan perilaku (performance) murid-murid yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan.
Hal yang hampir sama diungkapkan oleh Oemar Hamalik yang mengungkapkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi tentang penampilan perilaku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran.
Tujuan sangat memegang peranan penting dalam mencapai sesuatu. Seseorang akan berhasil dalam hidupnya apabila ia memiliki tujuan hidup. Tujuan akan memberikan arah serta bimbingan bagaimana seseorang dapat mencapai tujuannya.
Begitu juga dalam melakukan pembelajaran, ia memerlukan tujuan agar dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang akan dilakukan.Dari pengertian-pengertian di atas maka yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran bahasa Arab adalah harapan mengenai gambaran perilaku siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif maupun psikomotor setelah mempelajari bahan pembelajaran bahasa Arab yang diajarkan oleh guru.
1. Komponen-komponen Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
Dalam sebuah perencanaan pembelajaran tertulis (written plan/RPP), untuk merumuskan tujuan pembelajaran tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memenuhi beberapa kaidah dan komponen-komponen tertentu.
Menurut Oemar Hamalik bahwa komponen yang harus terkandung dalam tujuan pembelajaran yaitu :
- Tingkah Laku Terminal
Berupa seperangkat perilaku yang harus ditunjukkan atau dikuasai siswa setelah kegiatan belajar mengajar selesai dilaksanakan. - Kondisi-kondisi Tes
Yang dimaksudkan di sini adalah situasi pada saat dilakukan evaluasi atau tes terhadap tujuan pengajaran baik di akhir kegiatan belajar mengajar maupun pada saat diadakan ulangan harian. - Ukuran-ukuran perilaku
Ukuran-ukuran yang dijadikan standar atau patokan untuk mengukur perubahan tingkah laku siswa selama maupun setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar.
- Tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan atau diperbuat oleh anak atau diperbuat oleh anak didik.
- Menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat yang hadir pada waktu anak didik berbuat.
- Menyebutkan kriteria yang digunakan untuk menilai perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan.
2. Teknis Penyusunan Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
Sebagaimana tujuan pembelajaran merupakan unsur yang penting dalam kegiatan belajar mengajar, maka harus dirumuskan dengan jelas dengan teknis yang jelas pula. Hamzah B. Uno mengemukakan tentang penyusunan tujuan pembelajaran dalam format ABCD.
- A = Audience (petatar, siswa, mahasiswa, murid dan sasaran didik lainnya), adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan menjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin.
- B = Behavior (perilaku yang dapat diamati sebagai hasil belajar), adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting, yaitu kata kerja dan objek.
- C = Condition (persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai), adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya.
- D = Degree (tingkat penampilan yang dapat diterima), adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar.
3. Klasifikasi Tujuan Pengajaran Bahasa Arab
Tujuan pengajaran bahasa Arab memiliki 4 klasifikasi, berikut ke 4 klasifikasinya :
- Tujuan Nasional
- Tujuan Institusional
- Tujuan Kurikuler
- Tujuan Insruksional
4. Kegunaan Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
Adapun kegunaan tujuan pembelajaran bahasa Arab terbagi menjadi 3, yaitu :
- Pedoman dan acuan dalam membuat rencana pembelajaran
- Pedoman dan acuan bagi guru dalam melakukan langkah-langkah pengajaran
- Membimbing siswa dalam belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)

